Arsip untuk ‘Peninggalan Sastra’ Kategori

Kesusasteraan Kuno

Januari 19, 2009

Kesusasteraan merupakan hasil kebudayaan yang tidak kalah penting. Karena dari karya sastra tersebut kita sedikit banyak bisa mengetahui sejarah. Menurut waktu perkembangannya kesusasteraan kuno dapat dibagi menjadi kesusasteraan jaman Mataram (sekitar abad IX da X Masehi), jaman Kediri (sekitar abad XI dan XII Masehi), jaman Majapahit I (sekitar abad XIV Masehi), dan jaman Majapahit II (sekitar abad XV dan XVI Masehi). Ada dua jaman Majapahit, hal ini dikarenakan perbedaan bahasa yang digunakan pada kesusasteraan tersebut. Jaman Majapahit I menggunakan bahasa Jawa kuno, sedangkan jaman Majapahit II menggunakan bahasa Jawa tengahan.

Melihat bentuk gubahannya, dibagi sebagai gancaran (prosa) dan tembang (puisi). Sebagian besar adalah tembang. Tembang Jawa kuno disebut kakawin sedangkan Jawa tengahan dinamakan kidung. Irama kakawin diurutkan kepada irama India, sedangkan irama kidung adalah irama yang berkembang kemudian yang terdiri atas tengahan dan macapat.

Dilihat dari sudut isinya, kesusasteraan purba terdiri atas tutur (kitab keagamaan), sastra (kitab hukum), wicarita (cerita kepahlawanan), kitab-kitab lainnya yang isinya mengenai keagamaan dan kesusilaan dan kitab-kitab yang dimaksud dengan uraian sejarah.

Beberapa kesusasteraan kuno, antara lain:

a. Negarakertagama

Merupakan karya kesusasteraan kuno yang dilihat dari waktu perkembangannya merupakan hasil dari jaman Majapahit I. Sedangkan dari isinya merupakan kitab yang dimaksud sebagai uraian sejarah. Isi dari kitab Negarakertagama merupakan uraian sejarah dari Kerajaan Singasari dan Majapahit dan ternyata sesuai dengan prasasti-prasasti yang ditemukan. Di dalamnya terdapat pula uraian tentang kota Majapahit, jajahan-jajahan Majapahit, perjalanan Raja Hayam Wuruk si sebagian Jawa Timur yang dijalin dengan daftar candi-candi yang ada, upacara craddha yang dilakukan untuk roh Gayatri dan tentang pemerintahan serta keagamaan dalam jaman Hayam Wuruk. Negarakertagama merupakan karya Prapanca tahun 1365 Masehi.

b. Bharatayudha

Bharatayudha merupakan karya dari Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tahun 1157 Masehi. Karya ini merupakan gubahan dari Mahabarata. Isi dari kitab ini menjelaskan peperangan dari darah bharata yaitu Pandawa dan Kurawa, yang berlangsung 18 hari.

c. Pararaton

Pararaton termasuk kesusasteraan jaman Majapahit II. Kitab ini menggunakan bahasa Jawa tengahan dan berbentuk tembang atau kidung namun ada pula yang berupa gancaran. Kitab ini dimaksudkan sebagai uraian sejarah namun kurang dapat dipercaya karena isinya lebih bersifat dongeng. Selain itu, angka-angka tahun yang ada tidak cocok denagn sumber sejarah yang lain. Dari kitab ini mula-mula diuraikan tentang riwayat Ken Arok, yang penuh dengan kegaiban. Raja-raja Singasari berikutnya juga demikian. Bagian kedua menguraikan Raden Wijaya dari ikut Kertanegara sampai menjadi raja Majapahit. Kemudian diceritakan tentang Jayanegara dan pemberontakan-pemberontakan Rangga Lawe dan Sora, serta peristiwa Putri Sunda di Bubat. Kitab ini ditutup dengan daftar raja-raja sesudah Hayam Wuruk.

a. Calon Arang

Calon Arang termasuk kesusasteraan kuno yang menggunakan bahasa Jawa tengahan, sehingga dapat dimasukkan ke dalam jaman Majapahit II. Kitab Calon Arang ini berisi tentang Calon Arang kemudian dibunuh oleh Mpu Bharada atas suruhan Raja Airlangga. Kitab Calon Arang ini juga mengisahkan tentang pembelahan Kerajaan Kediri oleh Mpu Bharada atas suruhan Raja Airlangga.

b. Sutasoma

Kitab Sutasoma menggunakan bahasa Jawa kuno sehingga dimasukkan dalam kesusasteraan jaman Majapahit I. Kitab Sutasoma menceritakan tentang seorang anak raja bernama Sutasoma. Sutasoma rela meninggalkan kehidupan duniawi karena taat kepada agama Buddha. Ia bersedia berkorban untuk kebahagiaan makhluk hidup. Bahkan diceritakan ia rela dimakan raksasa agar raksasa tersebut kenyang.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.